Thursday, 20 April 2017

Syair Islam

Para ulama dan sahabat pada zaman dahulu untuk mencurahkan isi hati, sindiran kepada pemimpin mereka dan berdakwah sering mengunakan Syair dalam menyampaikanya. Dimana kita tahu umat pada yaman itu sangat suka dengan lagu-lagu dan syair. Kebanyakan dalam sebuah syair adalah sari dari sebuah hadist atau ayat Al-Qur'an yang digubah menjadi bentuk syair. Karena dalam bentuk Syair lebih mudah diterima oleh kebanykan penduduk pada masa itu. Dan berikut beberapa Syair Ulama Besar yang di buat; Kutaburkan padanya mutiara mutiara nan menerangi bercahaya tanpa mentari, berkilau tanpa rembulan Kecantikan matanya mempunyai daya tarik yang magis keindahan alis matanya bak pedang yang tajam Mahasuci Allah yang telah menciptakan kelentikan jemari-jemari kejenjengan leher, dan kejelian sinar matanya ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni Riyadh, 26-4-1415 Hijriyah 

 Engkau bagaikan mentari sedang raja-raja lainya bagaikan bintang 
Apabila mentari muncul, lenyaplah semua bintang dengan kemunculanya 

 ***
 Jangan kau mencela kerinduan orang yang dimabuk asmara Sebelum kau mengalaminya sendiri diri 

*** 
Kurang tidurkau karena menyaring ilmu pengetahuan lebih kusukai ketimbang berhubungan dengan artis cantik dan pelukanya yang harum Geliat gerakan tubuhku karena memecahkan masalah yang sulit lebih kusenagi dan lebih enak ketinbang mereguk minuman kesukaanku Suara deritan penaku diatas kertas lebih merdu dari pada alunan musik dan suara rayuan orang yang dimabuk asmara dan yang lebih merdu ketimbang tabuhan rebana para gadis adalah suara kebutaanku saat membersihkan debu dari kertas tulisku Wahai orang yang berupaya hanya dengan berangan-angan untuk memcapai kedudukanku betapa jauhnya perbedaan antara yang diraih dengan mudah dan dirai dengan susah-payah Kujalani malam-malamku dengan tidak tidur sedang engkau menjalani dengan tidur lelap yang sesudah itu engkau mengiginkan ketenaran seperti diriku Az-Zamakhsyari 

*** 
 Apabila seorang pemuda biasa menerjuni medan yang penuh dengan bahaya kematian, maka akan terasa mudah olehnya melalui Lumpur-lumpu rkesulitan yang menghalanginya 

***
 Wahai anak-anak bapak kami (Adam); kita semua adalah penduduk dunia selamanya kita terancam oleh perpisahan Kita menangisi dunia ini Tiada suatu golongan pun yang dihimpunkan oleh dunia kecuali pasti akan mengalami perpisahan meningalkanya Lantas dimanakah orang-orang yang perkasa lagi berkuasa yaitu mereka yang telah mengumpulkan harta kekayaan yang banyak? Ternyata harta mereka telah lenyap dan merekapun tidak hidup kekal Dan di manakah orang yang dunia ini terasa sempit karena penghidupanya yang sengsara? Semua pada akhirnya dimasukan kedalam liang lahat yang sempit Mereka diam membisu bila diseru seakan-akan tidak mengetahui bahwa menjawab seruan yang di tujukan padanaya tidak dilarang

 ***
 Hukum kematian pasti berlaku di kalangan semua makluk Dunia ini bukanlah tempat menetap Bila kau lihat seseorang yang ada padanya sedang bercerita lain waktu engkau jumpai dia menjadi salah satu bagian dari cerita itu sendiri Dunia diciptakan keruh sedang engkau menginginkanya bersih dari kotoran dan kekeruhan Orang yang memaksakan pada zaman suatu yang bertentangan dengan karakternya samahalnya dengan orang yang mencari suluh api dari air Apabila engkau mengharapkan hal yang mustahil maka keadanmu sama dengan membangun harapan di tepi jurang yang hendak runtuh Hidup itu bagaikan tidur, dan kematian bagaikan penjaga yang selalu mengintai sedang manusia terletak diantara keduanya, bagai bayangan yang berjalan Maka tunaikanlah semua keperluanmu dengan segera Sesunguhnya usiamu hanyalah bagaikan suatu bab di antara bab-bab yang ada Paculah semangat mudamu dan jangan malas sebelum masa mudamu dikembalikan karena sesunguhnya masa mudamu adalah pinjaman Jangan salahkan zaman sekalipun engkau telah berupaya keras menginginkanya damai karena memang karakter zaman itu adalah musuh orang-orang yang merdeka

 ***
 Bila dunia berjanji tidak akan menghianati janjinya kepada kita maka sebenarnya ia hanya berjanji tidak akan memenuhinya kapada kita 

*** 
 Berapa banyak musibah yang membuat seorang pemuda merasa sempit hanya di sisi Allah jualah jalan keluarnya Kesempatan yang manakala sampai pada puncak lingkaran penyempitanya menjadi terbebaslah ia dari bencana padahal sebelumnya ia mengira tidak bakal terbebaskan darinya *** Wahai malam yang mencekam (kehidupan yang gersang) mengapa engkau tidak kembali lagi? Kini masamu telah dibasahi oleh hujan yang deras

 *** 
 Apa yang sudah lalu biarlah berlalu Harapan masih belum menjadi kenyataan Bagimu hanyalah saat yang sedang kaujalani

 *** 
 Itulah ketentuan taqdir Maka celalah dirimu atau biarkanlah daku karena taqdir terus berjalan Bagaikan jarum jahit menembus jahitanya 

 *** 
Berbagi kesulitan yang pekat bak kegelapan pasti akan lenyap dan terusir pergi oleh fajar kemudahan dan jalan keluar yang terang benderang 

*** 
 betapa banyak kelapangan yang datang sesudah tiada harapan dan betapa banyak kegembiraan yang datang sesudah putus asa Barang siapa berbaik sangka kepada tuhan yang memiliki ‘Arsy discaya ia akan memetik buahnya yang manis lagi matang dari dahanya yang berduri 

*** 
 Apabila suatu urusan semakin genting tunggulah datangnya kelapangan karena hal itu merupakan pertanda dekatnya kelapangan d ²²² Biarlah orang yang suka menjadi gembira, atau orang yang dengki menjadi sedih karena keburukan sesudah bencana pasti ada jalan keluarnya 

***
 Banyak mata yang susah tidur karena berbagai urusan yang sedang terjadi atau yang tidak bakal terjadi dan banyak mata lainya yang tidur lelap Maka tingalkanlah kesedihan sedapat mungkin Gilalah kamu bila masih tetap memelihara kesedihan Sesunguhnya Tuhan yang menghindarkanmu dari apa yang terjadi kemarin pasti akan menghindarkanmu pula terhadap apa yang bakal terjadi esok hari

 ***
 Biarkanlah takdir berjalan pada alurnya dan jangan sekali-kali kamu tidur melainkan dalam keadan waspada, mata terpejam, tetapi hati tetap waspada Allah pasti akan mengadakan perubahan dari satu keadan kepada keadan yang lain 

*** 
 Barang siapa berbuat baik, maka tidak akan lenyap balasan pahalanya Allah tidak akan melupakan kebaikan yang dilakukan oleh manusia d Kepenuhan air dalam danau tidak akan terpengaruh sedikit pun oleh lemparan batu seorang anak ke dalamnya 

*** 
 Air, roti dan naungan, itulah nikmat ynag paling besar Aku telah ingkar kepada nikmat Tuhanku jika kukatakan: “ Sesunguhnya aku tidak punya apa-apa.”

 *** 
 Kukatakan kepada diriku: “ Jika kesedihan mulai menyerang dirimu bergembiralah, karena sesunguhnya kebanyakan hal yang menakutkan itu hanyalah ilusi belaka.” 

*** 
Sesunguhnya orang-orang yang mulia lagi terhormat pasti engkau jumpai banyak yang dengki kepada mereka Dan engkau pasti tidak akan menjumpai orang-orang yang tercela ada yang dengki kepada mereka 

*** 
Mereka mendengki pemuda sejati karena mereka tidak berhasil seperti dia dan semua orang pasti akan membenci dan memusuhinya Sama halnya dengan istri cantik yang memiliki banyak madu para madu itu pasti akan mengatakanya bahwa ia buruk rupa karena dengki dan benci kepadanya 

*** 
Banyak orang yang dengki kepada mereka karena mereka hidup senang padahal kedengkian orang-orang yang dengki tidak dapat mencabut kesenagan yang telah Allah berikan kepada mereka

 *** 
Mereka tetap dengki kepadamu sekalipun aku telah mati Sunguh menyedihkan sampai setelah mereka mati pun aku tidak pernah terbebas dari kedengkian orang 

*** 
Engkau mengeluh karena sikap aniaya para pengumpat dan engkau tidak menjumpai orang yang mulia melainkan pasti ada yang dengki kepadanya Wahai keturunan orang-orang yang mulia, kedengkian terhadapmu tidak pernah padam, karena hanya orang rendah lagi miskin sajalah yang tidak dijumpai pendengkinya 

*** 
Bila kemuliaan seorang pemuda mencapai setingi langit dan dia menjadi seakan-akan salah satu diantara bintang-bintangnya orang lain pasti akan menhujaninya dengan berbagai cercaan yang tidak layak padahal cecaan mereka tidak dapat meraih hasil apa pun yang mereka dambakan 

 *** 
Betapa seringnya aku mendengar kata-kata orang yang dengki padahal aku tidak bersalah, maka kukatakan “Berlalulah dariku, engaku tidak akan mempengaruhiku.” Mereka mencela diriku denganya, padahal aku tidak tercela olehnya dan sama sekali tidak menyebabkan keningku berkerut karenanya 

*** 
Sesunguhnya kau bersua dengan orang yang kurang akalnya lalu ia mencaciku, maka saat itu juga aku berlalu darinya seraya berkata: “Tidak ada gunanaya bagiku melayaninya.” 

*** 
Jika orang yang kurang akalnya berbicara, janganlah engkau menagapinya Sikap yang paling baik menhadapinya dalah diam 

*** 
 Apabila kebaikan yang telah kulakukan, diangap sebagai suatu kesalahan maka ajarilah aku bagaimana aku harus beralasan 

*** 
Sembunyikanlah kesusahan dan kesedihan Anda dari teman-teman duduk Anda bila teman-teman duduk Anda hanya terdiri dari para pendengki dan orang-orang yang senang dengan penderitaan Anda 

*** 
 Semoga jalan keluar akan menjadi kenyataan Semoga jiwa kita terhibur oleh harapan Jangan engkau putus harapan jika engkau mersakan kepedihan mulai mencekam jiwa Saat palinng dekat seseorang untuk mendapat jalan keluar dari kesusahanya ialah bila ia mulai putus harapan 

*** 
 Jangan engkau merencanakan satu urursan pun bagi diri Anda karena orang-orang yang selalu melakukan rencana akan berakhir denga kebinasaan Tetapi Ridholah keputusan Kami jika Kami memutuskan karena Kami mengetahui kemaslahtanmu dari diri kamu sendiri 

*** 
 Semoga Bermanfaat..

No comments:

Post a Comment